Blogroll

Tuesday, June 10, 2014

berpose sblm ngedune
Berkat gabung dengan persiqa selain mendapatkan sehat dan manfaat bermian sepak bola persiqa juga sangat menjungjung tinggi kebersamaan. Di antaranya seluruh anggota pesiqa berserta keluarga pada merencanakan sebuah acara Dissert Safari Dune beserta warga Indonesia lain pada November 2010 lalu. 

Waktu itu kami berkumpul di dekat sealand beach kemudian sebelum acara dune di laksanakan sebelumnya di sematkan perkenalan-perkenalan dengan anggota tim lain, di antaranya adalah anggota IPENG (ikatan penggemar Dune) juga ada dari kedutaan besar Indonesia untuk Qatar, ada yang dari Qapco,Rasgas dan juga Airport. Setelah di adakan briefing yang di pimpin oleh pak susilo dari Persiqa. Kemudian Kami berangkat ke tengah gurun pasir Inland untuk menantang adrinalin. 

Saya numpang kendaraannya pak Syamsu Kamal bersama tiga orang teman lainnya yaitu Ridho, udin dan mawardi. Pak sayamsul kamal sangat baik orangnya, dia suffel dan enak di ajak bicara, dia juga sangat jago ngdune. Pak syamsul kamal kerja di salah satu perusahaan gas terbesar di Qatar yaitu Qatar gas. Dia berasal dari aceh, kebetulan keluarganya lagi liburan pulang kampung ke aceh jadi kami bisa ikut serta bersama pak Syamsu kamal menyusuri rintangan-rintangan gurun pasir inland. Bersama mobil Jeep Cerooke nya pak Syamsu mengayun-ayun kan stir mobil. 

Terlihat di sekeliling daratan gurun pasir yang begitu indah laksana hamparan emas yang tiada batas, kuning kecoklatan. Yang lebih mengesankan pak Syamsu terkadang melakukan aksi-aksi yang sangat Exstream. Terkadang dia berani menyusuri hamparan pasir yang berjurang, kami pun menjerit-jerit takut-takut mobil itu terbalik. Kemudian salah satu teman kami dari Persiqa terdengar terjebak di tengah gurun pasir karena ban mobilnya ambles, lalu pak Syamsu berinisiatif untuk menolong mereka yang terjebak. Kami pun kembali menyusuri jalan-jalan yang sudah di lewati, seperti biasa pak syamsu melakukan aksi-aksi yang menegangkan dia berani naik ke gurun yang tinggi guna melihat posisi di mana teman kami itu terjebak. 

Akhirnya setelah mondar mandir ke sana kemari akhirnya kami menemukan teman yang terjebak itu sesampai di sana ternyata mereka sudah tetolong, mobilnya sudah kembali normal. Namun sayang mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan karena ban mobil mereka tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami lanjutkan, mobil cherooke yang di kemudikan Pak Syamsu kamal melaju menysuri bukit-bukit padang pasir yang sangat gersang. Kali ini Pak Syamsu benar-benar menguji nyali kami, dia hampir-hampir menjungkalkan mobilnya ke jurang yang cukup tinggi. Kami pun sangat kaget dan berteriak histeris. 

Mungkin bila Pak syamsu tidak ahli dalam mengemudikan mobil Cherooke nya kami berlima sudah terjungkal ke dalam jurang. Karena dari hasil pengamatanku antara jarang pak Syamsu mengerem mobilnya dengan jurang gurun itu sangat lah dekat mungkin kalau terlambat beberapa detik saja mobil itu sudah jatuh. Akhirnya Pak Syamsu memutuskan untuk mundur dan memutar arah ke jalur biasa. Pak Syamsu benar-benar orang yang suka menguji nyali, kali ini dia menaiki bukit yang tinggi, berniat menyusul temannya yang ada di atas ehh malah mobil pak Syamsu yang kejebak. Ban nya ambles ke dalam pasir, sudah beberapa kali dia berusaha mengeluarkan mobilnya dari jebakan pasir itu akan tetapi tidak membuahkan hasil. Malah ban mobil Pak Syamsu semakin dalam amblesnya. 

Akhirnya teman pak Syamsu turun untuk menolong kami yang sedang beusaha mendorong mobil pak Saymsu yang ambles di tengah gurun pasir. Teman pak Syamsu membawa perlengkapan yang sangat lengkap sehingga atas bantuannya dengan Sangat mudah mobil pak syamsu di tarik dan selamat. Tidak sampai di situ saja, andrenalin kami kali ini benar-benar di uji. Setelah melanjutkan beberapa kilometer perjalanan,rombongan menemukan jurang yang cukup tinggi. Tiba-tiba ada orang arab dengan membawa mobil GMC berani untuk menuruni jurang itu. 

Setelah melihat tingkah orang arab itu, pak Syamsu malah ikut-ikutan. Dan kami sebagai penumpang nurut saja, akhirnya dia benar-benar menuruni jurang dengan mobil cherookenya di dalam mobil itu terdapat Pak Syamsu, aku, ridho, wardi, udin, dan dimas yang mau ikut padahal sebelumnya dia bersama mobil lain namun kali ini dia mau ikut bersama pak Syamsu karena pak Syamsu sering melaukan aksi-aksi yang menegangkan dan menguji mental. Dan mobil Jeep cherooke itu pun benar-benar menuruni jurang yang lumayan tinggi, sudut kemiringan jurang itu hampir-hampir 90 derajat sanat miring. 

Teman-teman yang lain pun pada tercengang melihat aksi pak Syamsu kami yang di dalam mobil sangat tegang, terlebih di bawah jurang sana ada pecahan mobil yang nampaknya bekas jatuh terguling. Dan akhirnya pak Syamsu berhasil melewati tantangannya, aku pun tidak percaya bisa mengalami peristiwa yang sangat menegangkan itu, masalahnya tantangan ini benar-benar menaruh nyawa antara hidup dan mati namun aku yakin bahwa kematian itu adalah hanya di tangan Allah untuk itu aku berani. 

Setelah itu rombongan dune dissert Safari Qatar terus melanjutkan perjalanan dah akhirnya setelah menempuh puluhan kilometer perjalanan kami sampai di sebuah pantai yang air lautnya lumayan bagus. Di sana kami tim sepak bola Persiqa berlatih di lapangan pasir dengan memakai kaos baru sekaligus juga foto-foto untuk mengenalkan seragam baru Persiqa. Setelah bermain sepak bola dengan sangat lelahnya, setelah Sholat Ashar di antara kami ada yang berenang dan juga ada yang sibuk mempersiapakan segala bahan dan peralatan untuk acara bakar-bakar ikan. 

Setelah Maghrib acara bakar-bakar pun di laksanakan, ternyata banyak sekali ikan yang di bawa oleh tim. Ada udang, kepiting,berbagai jenis ikan dan juga jagung. Setelah acara makan-makan, aku pun teringat bahwa Dimas hari itu sedang ulang tahun. Akhirnya aku mengajak Ridho dan udin untuk mencari ide bagaimana ngerjain dimas. Ridho berpendapat agar tas Dimas di sembunyikan supaya nanti dimas bingung mencarinya namun menurutku itu tidak efektif. Akhirnya ide pun muncul, bagaimana kalau dimas kita guyur aja dengan air laut kemudian kita lepar dengan pasir. Dan ternyata benar ketika Dimas sedang asyik bakar ikan dan menyantapnya udin berpura-pura memanggil dimas kemudian kami pun mengguyurkan air laut yang kami bawa dengan pelastik ke kepala dimas setelah itu berduyun orang menimpakan pasir yang halus ke kepala dimas. Hingga jadilah kepala dimas seperti gurun pasir yang baru tersiram hujan yang di tumbuhi kaktus-kaktus berupa rambut. Itulah kado kejutan ulang tahun Dimas. 

Setelah acara selesai kami pun merapihkan semua barang-barang, membuang sampah dan foto bersama-sama, kemudian kami pun pulang dengan menyusuri gurun pasir inland di tengah malam. Namu kasihan di tengah perjalanan mobil teman kami yang bernama tikno mogok di tengah jalan, gear mobil Honda CRV nya rusak dan kami pun haru menunggu Tikno dan keluarganya yang terjebak di tengah gurun pasir. Akhirnya mobil CRV milik tikno pun harus di Derek dan kami pun bisa melanjutkan perjalanan. 

Gurun pasir di malam hari benar-benar gelap gulita, hanya bintang-bintang yang mampu mengiasi gelapnya malam di tengah gurun Inland. Setelah perjalanan hampir dua jam kami pun sampai di rumah masing-masing. Aku pun sangat berterima kasih kepada pak Syamsu yang telah berkenan mengajak kami menyusuri pengalaman yang sangat menapjupkan bahkan kami di antar hingga rumah. Dan setalah mandi, shalat aku langsung bergegas istirahat karena besok pagi harus memulai aktivitas kembali.

Friday, June 6, 2014

Bersama tim Persiqa dan Malaysia
“Sudah lama sekali aku tidak main sepak bola mas” tanyaku kepada Dimas yang sedang asyik menikamati makan siang nya. “oh ia aku ada kabar bagus, kemarin baru saja aku mendapat kabar dari temanku. Kata dia di doha ini ada team sepak bola bernama Persiqa. Kabar baik nya kita bisa joint di sana, insyaallah jumat depan kita ke sana. Katanya sih mereka latihannya di Al-Dana stadium” kata dimas dengan nada semangat 45. “oke aku ikut ya, aku sudah lama sekali nih gak keringatan. Semenjak terakhir main sepak bola dengan Mr.Engine delapan bulan yang lalu”. 

Jumat itu pun tiba. Itu adalah jumat kedua setelah puasa, karena jumat pertama masih dalam keadaan libur. Setelah bersiap-siap dengan segala peralatan sepak bola, mulai dari kaos, celana,kaos kaki, sepatu hingga decker untuk pelindung. Lalu kami pun berangkat ke Al-Dana stadium dengan hanya jalan kaki karena letaknya tidak terlalu jauh dari swiss-belhotel Doha tempat kami bekerja. 

Di hari jumat pertama itu, di tengah perjalanan kami banyak membicarakan banyak hal mulai dari persepak bolaan Indonesia, piala eropa, piala dunia hingga pesawat terbang. Tanpa terasa aku dan dimas pun sampai di stadium Al-Dana. Setelah sampai di sana, tidak ada satupun orang Indonesia terlihat bermain sepak bola. Disana hanya ada orang-orang arab yang sedang asyik latihan. Aku dan dimas hanya bisa meunggu teman-teman persiqa di sebuah mushola ba’da Shalat Ashar. Namun setelah beberapa lama menunggu, mungkin kurang lebih sekitar 1 jam. Orang-orang Persiqa belum juga kunjung datang ke lapangan yang sudah di janjikan. Kemudian aku dan dimas memutuskan untuk pulang. Hari itu benar-benar mengecewakan karena jarak yang harus di tempuh untuk jalan kaki lumayan jauh. 

Jumat kedua pun tiba, kali ini dimas yakin bahwa kami bisa bergabung dengan Persiqa. Seperti biasa kami berjalan kaki ke Al-Dana Stadium, sesampai di sana sekitar jam setengah empat sore. Kali ini aku cukup lega karena di jumat itu sudah Nampak dari kejauhan lapangan orang Indonesia yang sedang memain kan bola. Setalah melaksanakan sholat Ashar kami pun bergegas kelapangan. Sesampai di lapangan kami berkenalan dengan anggota persiqa. Di antaranya ada pelatih Persiqa yaitu Pak Rahmat, manager Pak susilo, wakil Manager pak Faried, cak joyo, dll. Anggota tim nya terdiri dari Arif, Rodho,Sodri,Anom, dan banyak lagi yang lainnya. 

Setelah perkenalan kami pun mulai latihan lari-lari kecil kemudian Streching lalu di lanjut dengan teknik-teknik bermain bola yang semuanya di bimbing oleh pak Rahmat. Aku dan Dimas cukup senang dan puas karena setelah sekian lama kami tidak bisa bermain bola karena tidak ada teman dan lapangan tapi sekarang kami bisa main bola dengan bergabung denga tim yang sangat komplit karena memiliki manager dan pelatih di tambah pengurus-pengurus yang lain. Di samping itu kami pun punya teman baru yang secara kebetulan juga baru saja bergabung dengan Persiqa yaitu Mas Aris. Selesai latihan dan hendak menuju rumah kami di tawari oleh mas Aris untuk menumpang mobilnya, kami akan di antarkan sampai ke akomodasi kami di Markhiya. Akhirnya aku dan dimas tidak usah jalan kaki ke Swiss-belhotel untuk menunggu bis jemputan. Dan kami pun sangat berterima kasih kepada mas Aris. Dan di latihan-latihan selanjutnya pun kami selalu di antarkan oleh beliau.